Pinterest • A világ legnagyobb ötletgyűjteménye

Thiago Alcantara

Thiago Alcantara : Kontribusinya terhadap Fase-Fase Permainan FC Bayern
10 Pinek25 követő

Memindahkan permainan ke sisi kiri. Pertama, perhatikan umpan yang dipilih. Thiago mengumpan ke kiri, karena, dengan bola berada di kiri, FC Bayern berpeluang menciptakan overloading (menumpuk pemain untuk mendapatkan superioritas jumlah pemain) di kiri. Selain itu, Gotze yang menjadi target umpan pun berada dalam posisi sangat bebas. Dua alasan ini membuat pilihan melakukan umpan ke sisi kiri menjadi sangat logis.

1

Sampai pada taraf tertentu, bentuk segi tiga merupakan bentuk yang tepat bagi sebuah tim untuk, meloloskan diri dari pressing lawan, karena, ada dua opsi umpan bagi si pemegang bola, pada dua sudut berbeda. Juga, sangat baik untuk mempertahankan penguasaan bola, dengan alasan yang identik. Tetapi, terkadang, hal ini tidak berlaku, bila, lawan lakukan pressing yang sangat baik pada si pemegang bola (dan menciptakan ruang sempit). Atau, penempatan posisi dalam bentuk segi tiga kurang tepat.

Gol ke-tiga Bayern merupakan gol terbaik dalam pertandingan ini. Philip Lahm lakukan umpan silang pada Muller, untuk kemudian flick on pada Lewandowski, yang langsung disundul oleh Lewandowski sendiri. Kombinasi 1 sentuhan yang cepat. Tapi, sebelum Lahm menyisir sisi kiri Porto, adalah Thiago yang ciptakan inisiatif serangan. Ia yang berikan umpan satu sentuhan pada Lahm.

Umpan 1 sentuhan yang langsung memindahkan orientasi permainan. Dalam sebuah kesempatan build up, Pemain-pemain Leverkusen lakukan pressing dengan orientasi per orang. Saat Dante memegang bola, pemain-pemain Leverkusen lakukan press pada tiap pemain Bayern yang berada di dekatnya.

Di partai ke-dua 8 besar, menghadapi Porto, ada banyak momen di mana Thiago menunjukan ia memiliki visi bermain dan daya jelajah yang tinggi. Momen di menit 03 : 50 babak pertama, salah satunya. Sebuah umpan jauh mendarat di zona 14 Porto. Saat itu. Baik Lewandowski maupun muller berada jauh di luar kotak 16 (perbatasan antara zona 10-13 dan 11-14). Thiago mampu menjemput bola dan dalam sentuhan pertama ia flick on bola ke belakang, ketika Muller bergerak naik ke depan.

Dari 4 opsi ini, opsi tersulit, sudah jelas adalah, umpan pada Philip Lahm. Karena, begitu banyak pemain yang berdiri pada jalur umpan. Tapi, justru opsi inilah yang diambil oleh Thiago. Umpan tersulit sekaligus merupakan umpan yang jatuh di daerah paling berbahaya bagi lawan. Hasilnya? Umpan ini diambil Lahm, lalu, diumpan pendek pada Muller (lay off), untuk kemudia, diteruskan pada Lewandowski yang mengakhirinya dengan sebuah gol. Semua ini dipicu oleh umpan berisiko yang dipilih oleh…

Umpan tumit Thiago pada Gotze. Ada 3 hal dalam aksi ini. Pertama, soal umpan tumit. Umpan sangat mungkin merupakan jenis umpan yang paling tidak dapat ditebak lawan. Akibatnya, sistem pertahanan lawan bisa saja terganggu. Bagi pemain profesional, kemampuan ini bukanlah sesuatu yang istimewa. Tapi, sekali lagi, sangat berguna dalam menciptakan banyak tanya di pertahanan lawan.

Menjemput bola liar. Berawal dari duel udara antara Lewandowski dengan Diego Reyes, bola liar jatuh ke area kosong. Thiago dengan kecepatan dan inisiatif luar biasa muncul dari lini ke-dua dan mengambil alih penguasaan bola, untuk kemudian berikan sebuah umpan pada Thomas Muller, yang melahirkan sebuah shot on target.

Penempatan posisi yang baik untuk kebutuhan akan ball recovery. Dengan menempatkan dirinya lebih dalam saat FC Bayern membangun serangan, Thiago sangat mungkin mendapatkan kesempatan lebih baik untuk menjemput bola liar hasil duel atau buangan dari lawan. Ini yang terjadi seperti yang anda lihat dalam gambar di atas. Subotic membuang bola dan bola jatuh di area kosong.

Kontribusi pada saat transisi bertahan. Dalam sebuah serangan balik, Thiago yang diplot sebagai nomor 8, ikut bergerak naik secara bertahap, ia memposisikan dirinya lebih dalam sehingga, secara otomatis, bertindak sebagai support (cover).